DESKRIPSI OTAK & HATI

Ibarat lagit dan bumi, Otak dan Hati berjalan selaras.

  • Picture

    Picture

    I’ve shared 2,259 memories with my friends on Path - see them now at path.com!

    I’ve shared 2,259 memories with my friends on Path - see them now at path.com!

  • Suatu hari manusia tidak bisa dijadikan tempat cerita. DIAM SAJA!!

    Suatu hari manusia tidak bisa dijadikan tempat cerita. DIAM SAJA!!

    Suatu hari manusia tidak bisa dijadikan tempat cerita. DIAM SAJA!!

    Saya bingung dengan pola pikir orang lain. Masih daam batas wajar memang, sehingga saya lebih baik diam daripada bersuara. Saya juga bingung harus mulai bercerita darimana.

    Mungkin saya awai ketika suatu hari kepala say sedang penuh dengan kebutuhan primer saya ( laptop ), laptop saya rusak, tanpa itu saya tiodak dapat mengerjaKan tugas bersama, bukan tugas sendiri. Sedangkan di ujung telpon ada suara yang bisa dikatakan marah, yang mungkin efeknya bisa ke hasil akhir sendiri.

    Dari kalimat di atas sudah bisa ditarik bahwa : tugas bersama risiko asil untuk sendiri rendah !

    Orang mana yang tidak emosi ketika seperti itu, orang mana yang langsung dingin kepalanya ketika menghadapi seperti itu. Buktikan kalau ada!. Ah… Saat itu saya langsung membagi “derita” ini ke rekan saya, hampir tenang, namun solusi yang diharapkan muncul di akhir. Oke. Muncul lagi rekan saya itu meminta pertimbangan saya dan saya yang harus memutuskan “sesuatu”. Waktu itu saya di perjalanan, belum makan, belum mandi dan belum sholat Isya. Tentunya ditambah kondisi ini tiu menjadi kepala saya seperti sedang terjadi metabolisme anaerob sehingga menyebabkan penimbunana asm laktat. Ohhh…

    Sampai suatu saat saya memutuskan “sesuatu”. INGAT. Saya sangat ingat sekali bagaimana caranya memustuskan “sesuatu” itu dengan sangat hati – hati. INGAT. Dalam pengambilan keputusan itu butuh pertimbangan SUBJEKTIF dan OBJEKTIF, rasa KEBERMANFAATAN dan KERUGIAN, saya inget itu. Jadi apakah keberadaan orang itu bermanfaat untuk saat ini atau kebermanfaatanya itu bisa ditunda unutk nanti. Kan gitu kan.  INGAT. Sebua keputusan itu akan membuat pihak ini merasa FINE dan pihak lain merasa BAD. Yayayaya…Malang melintang di organisasi tidak membuat saya lama memutuskan itu, Ahamdulillah saya bersyukur akan itu. Saat itu saya merasa sedikit lega….Saya tidak tau akan merasa diludahi.

    Keesokan harinya semua berjalan normal, sampai sore hari berjalan normal. TIDAK. Tidak sampai saya meliat sebuah SMS yang berisikan kalimat yang menyatakan saya JAHAT dan harus menjauhi saya. Ohhh… itu suara apa? Suara gonggongan atau suara apa? Kok saya jadi bingung. Kok saya SALAH saya JAHAT ? .. hahaha.. Beberapa ari saya hiraukan, karena saya sadar ini adalah efek yang tadi saya jelaskan, ini mungkin dari orang yang merasakan efek BAD. Sudahlah itu saya anggap selesai… Saya tidak tau akan diludahi.

    Ada kaitanya dengan cerita di atas….

    Suatu hari setelah saya selesai merapihkan tugas bersama, itu jam 02.00. WOW. Ada bunyi P yang menandakan ada SMS masuk. Oh bukan SMS sih ada LUDAH masuk, jadi saya diludahi saat itu ya. Reaksi tubuh, diantaranya denyut jantung meningkat, mata merah, kepala berat, panas badan, dll. KOK GITU SIH???. Kata yang pertama keluar adalah “SIAPA” . Siapa yang begitu, siapa yang begini. Wahhh saya “derita” banget saat itu. Disaat saya ingin semua rekan saya mngerti tentang proses, eh malah ada yang meludahi. Saya begitu tertusuk dengan kalimat “PROGRES KALIAN LAMBAT” dan saya senang karena semua rekan saya bisa paham dengan prosesnya itu bukan pisau tajam toh. Saya senang sampai saat ini semuanya paham. Asal kalian tau, cara saya selama ini supayta kalian paham begitu sulit saya temukan, tapi ternyata saya diperlakukan seperti itu. Maang melintang saya diorganisasi, dengan perlakuan seperti itu tidak membuat saya KEBAL toh. Saya lelaki yang masih punya hati, merasakan kalau itu perlakuan yang sungguh diluar batas WAJAR yang selama ini saya pegang.

    ……Kaitan cerita di atas mungkin pada kelompok tertentu. Ya sda pasti yang salah akan merasa salah dan mencari dukungan dari yang lain, makin berfikir negatif pada penulis cerita ini, dll.

    Saya sudah memiliki sedikit teman, apakah saya pernah berpikir unutk menambah musuh? TIDAK toh. Begitu lama saya memahami, survey saya lakukan demi jawaban untuk “teman” itu. Tapi ternyata saya diludahi.

    Maaf atas tulisan saya yang terlalu jujur dari apa yang saya rasakan saat ini. Saya persilakan untuk makin membenci saya atau mengatakan “LU BANCI, ENGGAK GENTLE,” itu baik- baik saja buat saya. Karena, Yang meludahi saya tidak lebih baik dari saya.

  • Goresan Hati Tergores

    Goresan Hati Tergores

    Goresan Hati Tergores

    Duduk terdiam di tengah kesunyian menatap langit yang enggan berbicara entah mengapa  diam membisu seribu bahasa apakah  tau akan kesedihan ? Hanya bisa membayangkan membaca aksara yang terrangkai penuh makna tanpa sanggup  menyapa dan hanya bisa mengenang dalam duka haruskah hentikan detak jantung dan nadi untuk merindukanmu? padahal sudah jelas terekam atrial fibrilasi dan haruskah nyawa ini terpisah dari ragaku karena? mungkinkah ini semua telah menjadi surata. 

    OK. Selamat

  • Thought via Path

    Thought via Path

    Thought via Path

    Guys. Bener gak kalo profesional itu bisa dijelasin dalam bbrpa kata “lakukan atau tidak, jangan coba2” – Read on Path.